top of page

IBADAT PAGI Sabtu, 11 Juli 2026

  • Jul 11
  • 5 min read

PERINGATAN SANTO BENEDIKTUS ABAS (P)



PEMBUKAAN

P : Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U : Supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.


MAZMUR 94 (95)

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. Dasar bumi terletak di tanganNya, Puncak gunung pun milikNya. MilikNyalah laut, Dia membuatnya, daratanpun buatan tanganNya.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


Mari bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita. Dialah Allah kita, kita umatNya, Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


Hari ini dengarkanlah suaraNya: “Jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti di Masa, di padang gurun; ketika leluhurmu mencobai Aku, walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu; maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya, mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu. Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para kudus.


MADAH

Ya Yesus Tuhan Engkau menghendaki

Agar penggilan untuk hidup bakti

Diperjuangkan serta diikuti

Umat beriman.


Panggilan suci Kautanam di hati

Untuk mengabdi dan menyangkal diri

Tekun mencari setya mengikuti

Putra ilahi.


Ditinggalkannya milik harta benda

Agar dibina cinta yang sempurna

Hati sluruhnya dipersembahkan

Kepada Bapa.


Dimulyakanlah Bapa mahamurah

Bersama Putra penebus dunia

Roh kudus pula penghibur Gereja

Slama-lamanya. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Kami mewartakankan kasihMu pagi hari, ya Tuhan, dan kesetiaanMu di waktu malam.

 

Mazmur 91 (92)

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

mewartakan kasihMu pagi hari*dan kesetiaanMu di waktu malam:

dengan membunyikan gambus dan kecapi*dengan iringan celempung.

 

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

 

Betapa agung pekerjanMu, ya Tuhan,*betapa luhur segala rencanaMu.

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*orang dungu tidak akan mengerti.

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,†dan orang durhaka berkembang pesat,*namun mereka akan binasa selama-lamanya.

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*Engkau luhur selama-lamanya.

 

Sebab para musuhMu akan binasa,*para penjahat Kaucerai-beraikan.

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

 

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*Berkembang bagaikan pohon jati.

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*bertunas di pelataran rumah Allah.

Pada masa tuapun mereka masih berbuah*dan tetap subur dan segar.

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*tak ada kecurangan padaNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa*dan Putera dan Roh Kudus

 

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,*dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 1

Kami mewartakankan kasihMu pagi hari, ya Tuhan, dan kesetiaanMu di waktu malam.

 

Ant. 2

Muliakanlah Allah kita.

 

Kidung (Ul 32:1-12)

Dengarlah, hai langit, aku akan berbicara,*hai bumi, dengarkanlah kata mulutku.

Semoga ajaranku tercurah bagaikan hujan*dan bertaburan laksana embun;

bagaikan hujan lebat di padang hijau,*bagaikan hujan rintik-rintik pada rerumputan.

Nama Tuhan hendak kuwartakan,*muliakanlah Allah kita.

 

Perkasalah Tuhan, sempurna karyaNya,*sungguh lurus kebijaksanaanNya.

Allah setia, tiada kecurangan padaNya,*adillah Ia dan tulus ikhlas.

 

Tetapi anak-anakNya berbuat jahat terhadap Dia,*angkatan yang buruk dan curang.

Begitukah kaubalas kebaikan Tuhan,*hai orang yang bodoh dan tak berbudi?

Bukankah Dia Bapamu, yang menciptakan dikau,*yang membentuk dan menghidupi engkau?

 

Ingatlah akan masa yang lampau,*renungkanlah sejarah leluhurmu.

Tanyakanlah kepada bapamu, ia akan mengisahkannya,*tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan menerangkannya.

 

Tatkala Yang mahatinggi membagikan tanah kepada bangsa-bangsa,*tatkala Ia menentukan tempat kediaman bagi setiap orang.

Ia menetapkan perbatasan antara bangsa-bangsa,*sehingga setiap penguasa mendapat bagiannya.

Maka Israel menjadi milik Tuhan,*dan suku-suku Yakub pusakaNya.

 

Tuhan menjumpai umatNya di gurun pasir,*di padang belantara yang sunyi senyap.

Tuhan melindungi dan membesarkannya,*memeliharanya bagaikan biji mata,

seperti rajawali melindungi sarangnya,*melayang-layang di atas anaknya,

membentangkan sayap-sayapnya*dan membawa anaknya di atas kepaknya.

Hanya Tuhan sendirilah yang membimbing umatNya,*tiada dewa lain di sampingNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa*dan Putera dan Roh Kudus

 

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,*dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 2

Muliakanlah Allah kita.

 

Ant. 3

Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

 

Mazmur 8

Tuhan, Allah kami,*betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

 

KeagunganMu luhur mengatasi langit,†mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*untuk membungkam musuh dan lawanMu.

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*bulan dan bintang yang Kauciptakan:

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*siapakah dia sehingga Kaupelihara?

 

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*segala-galanya Kautundukkan kepadanya:

Domba, sapi,dan ternak semuanya,*hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan di laut,*semuanya yang melintasi arus lautan.

 

Tuhan, Allah kami,*betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

 

Kemuliaan kepada Bapa*dan Putera dan Roh Kudus

 

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,*dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 3

Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

 

BACAAN SINGKAT (Rom 12:1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah, aku memperingatkan kamu! Per­­sembah­kanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan ber­kenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati! Jangan­lah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dike­hendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan pada-Nya dan apa yang sempurna.


LAGU SINGKAT

P : Dalam hatinya ia merenungkan*Hukum Allahnya.

U : Dalam hatinya ia merenungkan*Hukum Allahnya.

P : Ia tetap mengikuti perintah Tuhan.

U : Hukum Allahnya.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Dalam hatinya ia merenungkan*Hukum Allahnya.


KIDUNG ZAKHARIA (Luk 1:68-79) Ant. Kidung Zakharia

Ia sungguh pria yang pantas dihor­mati, ia sungguh terberkati sesuai dengan arti namanya, ialah Benediktus.


Terpujilah Tuhan, Allah Israel,* sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,* putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,* dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita* dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita* dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,* akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut* dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.


Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,* sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,* berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;* Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut* dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. Kidung Zakharia

Ia sungguh pria yang pantas dihor­mati, ia sungguh terberkati sesuai dengan arti namanya, ialah Benediktus.


DOA PERMOHONAN

Saudara-saudara, hendaklah kita me­nyembah Kristus, Allah yang kudus, dalam kesucian dan kebenaran se­umur hidup. Marilah kita berseru:


U : Hanya Engkaulah kudus, ya Tuhan.


Engkau sudi menjadi serupa dengan kami dalam segalanya, kecuali dalam hal dosa,* Yesus, Tuhan kami, kasihani­lah kami.


Engkau mengundang kami semua untuk menaruh cinta yang sempurna,* Yesus, Tuhan kami, kuduskanlah kami.


Engkau berpesan agar kami menjadi garam dan terang dunia,* Yesus, Tuhan kami, terangilah hati kami.


Engkau datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,* Yesus, Tuhan kami, tolonglah kami mengabdi Engkau dan saudara-saudara kami.


Engkaulah sinar kemuliaan Bapa dan citra wajah Allah,* Yesus, Tuhan kami, semoga kami memandang wajah-Mu dalam kemuliaan kekal.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP

Allah, kekayaan sejati, Engkau sudah me­netapkan santo Benediktus abas men­­jadi guru gemilang dalam hal peng­abdian kepada-Mu. Semoga kami mencintai Engkau melebihi segala-galanya dan menempuh jalan hukum-hukum-Mu dengan sepenuh hati. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan Pengan­tara kami, yang hidup..


PENUTUP

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

Comments


Hak Cipta © 2021 Yayasan Martinus de Porres

OFISI DOMINIKAN INDONESIA

bottom of page